Breaking

Monday, July 9, 2018

11 Jenis Topi Pria yang Umum Digunakan



Topi merupakan salah satu item fashion yang digunakan pada umumnya sebagai aksesoris. Sebagai penutup kepala ragam jenis topi pun sudah digunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Bagi pria, aksesoris ini secara perlahan menjadi kebutuhan sehari-hari yang berguna untuk menunjang penampilan.

Dilihat dari sejarahnya, topi tidak banyak ditemukan keberadaannya hingga 3.000 SM. Para arkeologis berpendapat bahwa Venus of Brassempouy yang berasal dari 26.000 tahun yang lalu, yang ditemukan di sebuah gua di Brassempouy, Prancis, pada tahun 1892, merupakan bukti tertua yang menggambarkan seorang wanita menggunakan topi.

Seiring perjalanan waktu, ditemukanlah bukti-bukti lain mengenai keberadaan penutup kepala ini di kehidupan manusia. Topi yang nemiliki bermacam-macam gaya ternyata digunakan dengan berbagai alasan mulai dari melindungi kepala dari bahan-bahan yang berbahaya, alasan upacara, alasan keagamaan, keamanan, hingga menunjukan status sosial.

Di militer, penutup kepala ini menunjukan kebangsaan, cabang dari layanan, tingkat/pangkat, dan/atau menunjukan resimen. Beberapa topi lainnya memiliki fungsi untuk melindungi seperti contohnya helm proyek yang berbahan keras yang berfungsi untuk melindungi kepala pekerja dari luka akibat kejatuhan benda keras. Atau topi koboi yang dipakai agar terlindung dari sinar matahari dan air hujan.

Beberapa penutup kepala digunakan untuk kepentingan upacara seperti topi wisuda atau ‘mortarboard’. Beberapa diantaranya bahkan digunakan untuk menunjukan keyakinan seperti turban yang dipakai oleh orang-orang Sikh, peci/songkok yang dipakai oleh orang-orang Islam yang tinggal di Asia Tenggara, atau ‘mitres’ yang dipakai oleh para Uskup.

Ada sekitar 38 macam gaya penutup kepala baik itu dipakai oleh pria maupun wanita. Ada yang bersifat modern, ada yang masih bersentuhan dengan tradisi.

Dari beragam gaya topi, tentu tidak semuanya bisa digunakan oleh pria. Berikut adalah jenis-jenis topi yang biasa digunakan bagi pria:

1. Fedora

Popularitas fedora mencapai puncaknya pada tahun 1920 hingga 1950an. Saat itu kebanyakan yang memakainya adalah para gangster dan orang-orang yang terlarang sehingga sempat dikaitkan dengan pria yang memiliki sifat pemberontak. Fedora menjadi aksesoris sehari-hari bagi banyak pria Amerika hingga masa JFK.

2. Homburg

Disebut sebagai sepupu yang rapi dari fedora, homburg cocok untuk penampilan bisnis yang formal. Biasanya homburg terbuat dari bulu binatang atau jerami. Berbeda dengan fedora, homburg memiliki ciri hiasan atau tempelan di sisi kirinya berupa bulu atau lipatan pita.

3. Trilby

Apabila fedora memiliki sisi atau tepi yang lebar yang lebih bertingkat dan datar, trilby memiliki tepi yang lebih pendek dan miring ke bawah di sisi depan dan mengarah naik di belakang. Trilby meraih popularitasnya pada tahun 1960an disebabkan oleh mobil-mobil Amerika yang dibuat tidak memungkinkan untuk pria memakai topi tinggi ketika menyetirnya.

Trilby kemudian menghilang di tahun 1970an ketika penutup kepala tidak menjadi item fashion saat itu. Trilby muncul kembali di tahun 1990an saat boyband dan musisi dengan kualitas rendah bermunculan. Pada akhirnya trilby menjadi simbol dari budaya kutu buku terutama versi murahnya yang terbuat dari bahan sintetis.

4. Porkpie

Porkpie memiliki tepi yang pendek dengan bagian atas yang datar dan berbentuk lingkaran. Porkpie yang paling terkenal adalah yang dipakai oleh Bryan Cranston ketika berperan sebagai Walter White dalam film Breaking Bad yang memiliki alter ego Heisenberg, seseorang yang sangat berhubungan dengan topi.

5. Panama

Panama sebenarnya merupakan topi bertepian jerami tradisional asal Ekuador. Aslinya, panama terbuat dari anyaman daun Carludovica palmata, tanaman yang mirip dengan palem. Panama yang terjarang dan termahal di dunia adalah Montecristis yang diproduksi di kota Montecristi.

Montecristis memiliki sekitar 1600-2500 anyaman setiap 1 inchi persegi. Meskipun hingga kini panama tetap diproduksi di Ekuador, namun jumlahnya semakin berkurang akibat dari masalah ekonomi dan kalah bersaing dengan para produsen yang berasal dari Tiongkok.

6. Boater

Boater merupakan penutup kepala formal di musim panas bagi pria. Karakteristiknya adalah tepian yang tidak fleksibel, bagian atas yang rata, dan dihiasi pita yang lebar. Boater sangat cocok sebagai aksesoris kepala ketika sedang memakai blazer, pakaian lounge yang smart, atau bahkan dengan dasi hitam.

7. Wide Flat Brim

Merupakan perpaduan antara fedora bertepian lebar dan topi western country yang sempat menjadi tren pakaian pria tahun lalu.

8. Newsboy

Disebut juga sebagai topi pria pekerja, newsboy sangat populer di kalangan pria remaja dan dewasa selama awal abad ke 20 tepatnya sekitar tahun 1910 hingga 1920an, khususnya di kalangan pekerja kelas bawah.

Foto-foto pada masa ini menunjukan bahwa newsboy tidak hanya dipakai oleh anak laki-laki penjual koran namun juga semua jenis pekerjaan. Tidak hanya pada foto, penggunaan newsboy diceritakan dalam novel seperti Oliver Twist dan film-film di periode ini.

9. Driving cap

Memiliki bentuk dan penampilan hampir mirip dengan newsboy, driving cap tidak memiliki kancing di atas dan 8 panel. Gaya ini apabila ditelusuri sejarahnya berasal dari Italia selatan, Inggris utara, dan bagian dari Skotlandia. Driving cap biasanya terbuat dari wol, tweed, dan katun. Namun tidak jarang yang membuatnya dari bahan kulit, linen, atau corduroy.

10. Baseball

Merupakan aksesoris penutup kepala yang paling sering dimiliki orang. Gaya baseball sangat cocok dengan acara santai dan kasual, dipadukan dengan kaos polos atau kemeja santai dan jeans.

11. Beani

Orang Indonesia sering menyebutnya dengan kupluk, merupakan penutup kepala yang biasanya dibuat dari wol atau kasmir. Beani berfungsi untuk membuat kepala menjadi hangat, namun tidak cocok apabila ingin rambut tetap rapi. Biasanya beani ditemukan di negara-negara yang memiliki musim salju atau musim dingin.

Sering pula dipakai ketika berolahraga di area dingin seperti berseluncur. Sementara itu, beani versi Indonesia atau kupluk sering ditemukan di daerah-daerah yang dingin seperti di Lembang atau Puncak.


sumber : www.gomuda.co

No comments:

Post a Comment